hello.
gelap, hujan, dan sendirian. saya rindu hal itu. saya rindu menulis. saya rindu membaca. saya rindu menulis. saya rindu menulis. sekaranglah saatnya, saat gerimis.
saya tidak akan pernah lupa saat itu. saat gula tidak tericip manis. saat semua nada terdengar sadis.
saya bosan menangis, akhirnya pertahanan diri saya pun bertindak diluar kehendak.
dibuatnya benteng hati,
bendungan pilu,
tameng sendu.
berlapis-lapis dan tertutup abu.
dingin dan jahat. semua dilakukan untuk melindungi si hati. hati saya rapuh, tidak tahan dengan rusuh, sangat mudah tersentuh. siapa dalang dibalik semua wewenang?
kepala.
pintar, egois, logis, sadis, magis. egois memang, ditutupnya hati agar dia selalu menang.
selama bertahun-tahun saya tidak punya hati.
sampai minggu lalu.
to be continued
No comments:
Post a Comment