aku mau tau rasanya jadi kamu
ketika di hari pertama kamu melihatku bernyanyi di panggung
aku tidak terlalu ingat lagi hari itu
tapi kalau aku mencoba, aku kini tertawa canggung.
aku mau tau rasanya jadi kamu
ketika kamu petik bunga di sekolah untukku
dan berkata hal yang tidak pernah kuingat sama sekali
dan buruknya aku sedang punya pemilik hati
apakah tidak terbendung perasaanmu, sayang?
sampai kamu tidak bisa menunggu.
aku mau tau rasanya jadi kamu
ketika bertahun-tahun yang kamu rasa kamu nikmati
tapi dari ceritamu, sepertinya kamu hilang
seandainya aku yang ada di situ
tapi aku juga sedang menikmati hal yang lain
jangan salah sayang, akupun banyak hilang
*
aku mau tau rasanya jadi kamu
ketika kamu lagi-lagi tidak mau menunggu
kesempatan yang tidak ada tapi kau cari-cari sendiri
aku mau tau rasanya jadi kamu
karena aku sudah tidak bisa lagi mengerti apakah ini takdir, usaha sendiri, suatu kebetulan, suratan perjalanan yang tidak terhindarkan, momentum semata, nekat saja, atau hanya cerita cinta paling biasa yang dialami oleh semua orang di dunia yang pernah mencinta.
aku mau tau rasanya jadi kamu
untuk alasan yang sangat egois.
(* nulisnya sambil nangis)
No comments:
Post a Comment